Asgard & Elaiva (konsep)

-Konsep Novel-

 

Judul : Asgard & Elaiva

Genre : Fantasy / Romance / Scie-fi / Action

Penulis : Erclai R. Violin (Nama pena dari Riyanto)

Garis besar : Vinter adalah putra negeri Elaiva yang meninggalkan kerajaannya, dan bergabung dengan kelompok pimpinan Dazel. Dia menjadi pembunuh raja-raja di semua negeri karena alasan yang belum begitu diketahuinya. Suatu ketika, kelompok itu tercerai berai setelah kematian Dazel. Akhirnya, Vinter meninggalkan dunia hitam itu. Dia mencoba berubah, tetapi saat hampir berhasil, dia malah mengetahui kalau semua tindakan pembunuhan raja itu memiliki kebenaran.

 

Storyline:

 

Vinter dulunya adalah putra kedua dari raja di negeri Elaiva. Dia adalah anak yang bersifat sangat dingin, tidak peduli pada hal-hal di sekitarnya, dan sangat benci pada keributan. Suatu ketika, datang orang-orang dari negeri Asgard. Salah satunya adalah putri kedua dari raja Asgard bernama Vesna. Vinter tertarik pada anak perempuan yang lumayan cerewet itu. Awalnya, Vesna juga menyukai Vinter, tapi sebenarnya yang dia sukai adalah saudara kembar Vinter yaitu Violin. Meski begitu, Violin yang punya sifat sama dinginnya dengan Vinter tidak peduli pada Vesna.

Suatu ketika, Vinter membawa Vesna ke tempat yang sepi di sekitar istana Elaiva. Pangeran itu melamar putri Asgard. Saat itu juga ibunda Vinter mendengarnya, dan memarahi Vinter habis-habisan. Menurutnya, Vinter sudah dijodohkan dengan putri dari negeri lain.

Karena Vesna tidak mengatakan apa-apa tentang lamaran itu, Vinter menganggap Vesna juga menyukainya. Dia membantah ibunya mati-matian, dan datanglah Violin yang menjadi kesal setengah mati pada saudara kembarnya itu.

Vesna salah karena tidak mau bilang tentang perasaannya yang sebenarnya waktu itu. Jelas saja Vinter semakin yakin kalau putri Asgard itu mau menerimanya. Karena itu, Vinter langsung membawa Vesna kabur dari sana. Atau lebih tepatnya, Vinter menculik Vesna. Dia membawanya berlari jauh sekali, dan berkali-kali bilang kalau mereka akan bahagia. Vesna lagi-lagi tidak mengatakan penolakannya. Dia bersikap seperti biasa, dan hanya mendengarkan janji-janji Vinter.

Di sisi lain, tanpa persetujuan raja, Violin membawa beberapa prajurit untuk mengejar saudara kembarnya. Dia mengepung Vinter di antara tebing-tebing batu merah. Waktu itulah Vesna langsung berlari dari Vinter, dan berdiri di balik punggung Violin. Dari sanalah Vinter tahu kalau Vesna sama sekali tidak menyukainya.

Karena marah, Vinter bertarung melawan Violin. Mereka berdua bertarung sangat sengit, dan tidak ada prajurit yang berani menahan. Di akhir pertarungan, Violin berhasil melukai Vinter, dan nyaris membunuhnya. Saat itulah muncul pria misterius yang menyelamatkan Vinter.

Raja Elaiva tiba di area pengepungan Vinter, dan sangat terkejut melihat orang misterius itu. Saat itu juga si pria misterius menghilang.

Vinter dibawa ke kerajaan, dan langsung diserbu dengan banyak pertanyaan dari ayahnya. Violin juga ada di sana untuk mengintimidasi saudara kembarnya. Dia memang punya kecenderungan untuk menjatuhkan Vinter dari dulu.

Violin benar-benar mengintimidasi saudaranya dengan mendatangkan Vesna, dan menanyakan apakah Vesna menyukai Vinter atau tidak. Jelas saja Vesna menjawab ‘tidak,’ dan itu membuat Vinter semakin hancur. Raja Elaiva mencium tindakan Violin yang kelewat batas itu, dan mencoba menghentikannya. Tapi Violin sudah terlalu jauh, dan tidak mau berhenti. Akibatnya, Vinter tidak tahan lagi. Dia berlari ke arah Violin, lalu menikamnya dengan sebuah pisau.

Vinter memutuskan pergi dari sana. Dia dihadang banyak sekali prajurit, tapi kemudian muncullah si pria misterius yang sebelumnya datang di tebing-tebing merah. Dia membantu Vinter pergi dari sana, dan mengajaknya berkelana di seluruh dunia.

 

Nama pria misterius itu adalah Dazel. Dia tak hanya membawa Vinter, tapi juga banyak sekali anak-anak yang kurang lebih bernasib sama sepertinya.

Dazel bukanlah pria baik. Dia memiliki kebencian teramat sangat pada raja-raja di seluruh negeri. Dia mendidik anak-anak yang dibawanya untuk menjadi pembunuh raja-raja. Aksinya dimulai dari melakukan banyak pembunuhan sempurna pada raja di negeri kecil, kemudian terus berkembang ke negeri-negeri yang lebih besar.

Vinter adalah salah satu pembunuh yang handal. Bersama Kazzak, pembunuh lainnya, dia membasmi raja-raja di banyak negeri.

Kelompok itu menjadi musuh utama semua bangsa. Mereka menjadi incaran nomor satu di mana-mana.

Suatu ketika, pengincar raja-raja sudah membunuh banyak sekali raja, dan tersisa dua yang terkuat. Raja Asgard dan Elaiva.

Mereka mengatur rencana untuk membunuh raja Elaiva, yang tak lain adalah ayah Vinter sendiri. Vinter tidak keberatan sama sekali ketika diperintah untuk mengeksekusi ayahnya. Di suatu hari, kelompok itu menyusup ke Elaiva. Sayangnya, kali ini pergerakan mereka sudah tercium. Mereka terjebak di Elaiva, dan terkepung tak bisa ke mana-mana. Tetapi, mereka melakukan perlawanan dan nyaris bisa lolos saat tiba-tiba datang prajurit dari Asgard yang mengepung di perbatasan.

Di detik-detik terakhir, Dazel melakukan tindakan dahsyat yang bisa memberi celah anggotanya untuk kabur. Berhasil, tapi dia sendiri tertangkap dan dibunuh raja Elaiva.

Violin ingin mengejar upaya kabur itu, tapi tidak diizinkan ayahnya. Menurut sang raja, kelompok itu sudah tamat. Tetapi, alasan yang sebenarnya adalah agar Vinter bisa bersembunyi, dan menyadari segala macam dosanya.

Di sisi lain, kelompok pengincar raja-raja tercerai berai. Mereka memutuskan berpisah, dan pergi ke arah masing-masing. Vinter sendiri sampai ke negeri tempat pelarian semua orang dari negeri jauh. Di sana, tak ada yang ingin tahu tentang masa lalunya. Semuanya menerima kedatangannya. Dia tinggal bersama wanita cantik penjual bunga bernama Lily. Bersama wanita itu, Vinter menjalani hari-hari yang sangat berbeda, dan jauh dari kesan dunianya yang dulu.

Vinter banyak bercerita pada Lily. Meski Lily tak ingin tahu masa lalu Vinter, tapi Vinter tetap menceritakannya. Awalnya Lily terkejut setelah tahu identitas Vinter, tapi lama-lama bisa menerimanya. Wanita itu juga memberikan saran agar Vinter mulai melupakan masa lalunya, dan berubah menjadi orang baru.

Hidup Vinter berubah. Dia sangat bahagia di kota kecil yang mirip reruntuhan itu. Dia bekerja sebagai pengantar bunga untuk Lily. Pelan-pelan, sifatnya yang dingin mulai berubah menjadi hangat. Dia sudah bisa tersenyum dengan tulus. Dia juga selalu menceritakan tentang rasa cintanya terhadap Vesna pada Lily, dan Lily selalu mendengarkan dengan baik.

Tahun-tahun damai berlalu di hidup Vinter. Dia benar-benar menjadi orang baru setelah ada di kota itu. Sampai suatu ketika saat dia mengantar bunga di malam hari, dia bertemu dengan Vesna. Dia sangat terkejut, tapi Vesna berbicara padanya sama seperti dulu, seolah tak terjadi apa-apa. Itulah yang membuat Vinter suka. Vesna sama sekali tidak mempermasalahkan siapa dia, dan seberapa banyak dosa yang dilakukannya dulu.

Tetapi, Vinter merasa dibodohi ketika tahu Vesna datang ke rumah Lily, dan tahu kalau ternyata Lily adalah kakak Vesna, yang berarti adalah putri pertama Asgard. Vinter pergi dari sana karena kesal. Sayangnya, di perjalanan dia justru dihadang sosok misterius yang mengincarnya. Untungnya dia bisa menghadapi sosok misterius, dan nyaris menguak misteri sosok itu, tapi si sosok misterius keburu melebur menjadi debu.

Lily menemukan Vinter saat pertarungan berakhir, dan menjelaskan semuanya. Awalnya Vinter hampir menjadi dirinya yang dulu. Dingin. Muram. Tak peduli pada apa pun, dan bermata tajam. Untungnya dengan kehangatan Lily, pemuda itu menjadi tenang lagi, dan mau mendengarkan semua penjelasannya.

Hari-hari Vinter setelah itu semakin menghangatkan. Dia menjadi dekat dengan Vesna, dan lagi-lagi merasa kalau Vesna menyukainya. Tetapi sayangnya hari-hari itu tidak lama. Suatu sore, datanglah orang-orang berjubah dan bertudung ke tempat Vinter. Mereka adalah Kazzak dan orang-orang pengincar raja yang sudah dibentuk lagi. Kazzak adalah pemimpin sekarang.

Mereka mengajak Vinter kembali, tapi Vinter menolak. Dia sudah tidak mau berhubungan dengan dunia itu lagi. Sayangnya, kata Kazzak, Vinter adalah yang terpenting dari semuanya, dan mutlak harus bergabung. Vinter tetap menolak, dan terjadilah pertarungan di sana. Vinter bisa saja mengalahkan mereka semua, kalau saja Vesna tidak disandera. Mau tak mau, Vinter mengikuti apa mau kelompok jahat itu.

Dia kembali ke markas mereka yang sudah lama ditinggalkan, dan mulai menyusun rencana. Sementara itu, Vesna dikurung di penjara menyedihkan di bawah tanah.

Vinter dengan malas mengikuti pertemuan yang dipimpin Kazzak. Inti pertemuan itu adalah untuk membunuh raja Elaiva dan Asgard. Saat itulah Vinter pergi dari sana, dengan alasan tak mau mendengar rencana, dan akan langsung mengikuti rencana yang sudah diputuskan nantinya. Sebenarnya, Vinter malah mendatangi penjara bawah tanah, dan menolong Vesna. Tindakannya ketahuan, dan terjadi pertarungan lagi. Dengan mudah, Vinter menaklukkan mereka semua, kemudian membawa Vesna kabur dari sana.

Vinter membawa Vesna pergi sangat jauh, seperti dulu saat menculik gadis itu. Mereka menyusuri hutan hujan yang lebat, dan di sanalah Vesna bilang kalau dia bisa saja menyukai Vinter, asalkan pemuda itu benar-benar mau meninggalkan masa lalunya. Vinter setuju. Kemudian, Vesna meminta agar mereka pergi ke Elaiva. Katanya, supaya Vinter memiliki perlindungan sekaligus benar-benar serius untuk berubah. Meski tidak mau, akhirnya Vinter tetap setuju. Dia membawa Vesna ke Elaiva.

Sayangnya, semuanya menjadi kacau lagi. Vinter dikepung begitu banyak prajurit Elaiva dan Asgard begitu hampir tiba di kampung halamannya. Vesna juga langsung berlari menjauh, menuju para prajurit itu. Saat itulah Vinter sadar sudah dikhianati. Sebenarnya mudah baginya untuk menghabisi semua pasukan itu. Hanya saja, dia mendengar Vesna berteriak kalau mereka adalah saudaranya. Supaya Vesna tambah puas, Vinter membiarkan dirinya dijerat para prajurit, dan disakiti habis-habisan. Setelah itu, dia dihadapkan ke raja Elaiva.

Betapa terkejutnya Vinter saat sadar kalau raja Elaiva bukan lagi ayahnya, melainkan Violin, saudara kembarnya sendiri. Pantas saja Vinter tidak melihat Violin di penangkapannya tadi.

Setelah mengintimidasi Vinter dengan kata-katanya yang menyakitkan, dan mengancamnya dengan berbagai hukuman, Violin malah meminta Vinter untuk menyusup ke kelompok Kazzak, dan menjebak mereka.

Vinter sama sekali tak tertarik dengan hal itu. Makanya, Violin memberi kesempatan Vinter untuk meminta penawaran. Vinter langsung meminta nyawa Violin sebagai ganti dari penyusupan ke kelompok Kazzak itu. Violin awalnya geram setengah mati, tapi kemudian bersedia. Dengan syarat, mereka akan bertarung kelak kalau Vinter ingin membunuhnya.

Vinter bersedia, lantas pergi ke markas Kazzak. Awalnya dia dihadang mati-matian, lalu dengan tipu muslihatnya, dia berlutut pada Kazzak, meminta ampunan. Kazzak terkena tipuan itu, dan memberi Vinter satu kesempatan untuk membuktikan kesetiaan.

Kazzak meminta Vinter membunuh ayahnya sendiri, raja Elaiva sebelumnya kata Kazzak, ayah Vinter itu ada di negeri yang sepi untuk menenangkan diri dari semua urusan negeri. Vinter bersedia, dan mulai berjalan mencari ayahnya di negeri jauh.

Singkat cerita, Vinter nyaris membunuh ayahnya. Dia malah terkejut saat ayahnya itu sama sekali tidak keberatan, justru mempersilakannya. Yang lebih mengejutkan lagi, ayahnya tiba-tiba berkata kalau semua tindakan Kazzak adalah benar. Dia bisa melihat kebenaran dari sudut pandang yang lain. Dia juga mengatakan tentang Dazel yang menjadi pencetus kelompok itu.

Menurut ayah Vinter, memang benar semua raja dan keturunan laki-laki harus dibunuh agar tidak ada lagi yang memiliki ingatan mightium (akan dijelaskan di lampiran satu) dan itu termasuk Kazzak dan semua kelompoknya. Harus benar-benar dihabisi semua.

Vinter meminta penjelasan lebih jauh, tapi ayahnya menolak. Katanya, saat semuanya sudah akan berakhir, dia akan tahu semuanya. Maka Vinter langsung membunuh ayahnya itu.

Kazzak tidak meragukan Vinter lagi. Kemudian, dia dan semua kelompoknya pergi ke Asgard untuk membunuh raja. Sayangnya, begitu mereka sampai, mereka langsung dikepung ratusan prajurit dari Asgard dan Elaiva. Vinter langsung bergabung ke para prajurit, dan langsung membantai Kazzak dan kelompoknya.

Pertarungan hebat terjadi, tapi kelompok Kazzak tak mudah dikalahkan begitu saja. Vinter langsung menghadapi Kazzak. Mereka bertarung habis-habisan, saling membenci satu sama lain.

Vinter selalu lebih unggul dari Kazzak. Dia nyaris membunuhnya, saat Kazzak menceritakan semua alasan pembunuhan raja-raja. Vinter mendengarkan baik-baik, dan terkejut mengetahui alasannya. Menurut Kazzak, raja-raja dan semua keturunannya harus dibunuh agar ingatan para mightium tidak berlanjut. Karena, jika ingatan makhluk legenda di zaman dahulu itu terus menurun, suatu ketika ambisi para mightium akan menguasai sepenuhnya raja-raja, dan era mightium yang mengerikan akan terulang lagi.

Vinter membunuh Kazzak. Kemudian, dia mencari Violin. Kazzak benar, semua raja harus dibunuh. Dia bertarung dengan Violin, tapi kalah. Dia pingsan.

Saat sadar, Vinter sedang ada di balairung Asgard. Di sana ada Violin, Vesna, Lily, dan raja Asgard. Lagi-lagi, Violin mengintimidasinya dengan kata-kata yang menyakitkan.

Mendapat kesempatan baik, Vinter menerjang leher Violin dengan pisau, lalu melancarkan peluru panasnya ke kepala raja Asgard. Saat semuanya panik, dia pergi jauh-jauh dari sana, meninggalkan semuanya. Dia masih tak punya keberanian untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Kemudian, di tahun-tahun ke depan, jejak Vinter sama sekali tidak terdengar.

 

-lampiran 1

Dulu dunia dipenuhi makhluk semacam naga bernama mightium. Mereka merajalela, dan memperbudak manusia. Era itu disebut era mightium. Di mana semuanya sangat panas, kejam, dan penuh kekejaman.

Berawal dari inginnya perubahan, datang orang-orang hebat dari seluruh negeri. Mereka bersatu, menjadi para pemburu. Intinya, suatu ketika mereka berhasil membasmi para mightium. Dua mightium agung dibunuh di dua negeri yang kelak bernama Asgard dan Elaiva. dua yang agung dibasmi, tapi ingatan mereka berupa jiwa dan kemarahan menjelma ke dalam tubuh para pemburu. Kemudian, para pemburu kembali ke negeri masing-masing. Mereka diangkat menjadi raja karena sudah sangat berjasa.

Yang belum mereka tahu, kelak semua keturunan laki-laki mereka akan memiliki ingatan mightium, memiliki kekuatan dahsyat, dan memiliki ambisi untuk membangkitkan kejayaan era mightium sekali lagi. Setelah berlalu ratusan tahun, Dazel Danette, salah satu pemilik ingatan mightium tahu misteri kelam itu. Dia memutuskan untuk memutus rantai keturunan ingatan mightium agar dunia tidak kembali ke era menyedihkan itu lagi kelak. Dia rela dibenci dan dikutuk semua orang dengan membunuh raja-raja demi memutus rantai ingatan mightium. So… dia jahat tidak sih?

 

-lampiran 2

Setting cerita ini ada di negeri bernama Asgard dan Elaiva. Asgard adalah negeri yang melayang di udara. Dulu, kekuatan mightium agung yang membuatnya menentang gravitasi. Tapi seiring waktu, kekuatan itu menipis. Agar tidak jatuh, orang-orang hebat membangun teknologi canggih yang bisa membuat negeri itu tetap melawan gravitasi. Sementara itu, negeri Elaiva adalah kebalikannya. Negeri itu ada di celah jurang yang sangat besar melingkar. Konon lokasinya sendiri lebih rendah puluhan meter dari permukaan air laut. Teknologi di sana juga sangat canggih.

Teknologi yang dimaksud di atas adalah jalan raya lebar, jembatan-jembatan layang, mobil terbang, pesawat mirip naga, tentara berzirah robotik, gedung-gedung pencakar langit, dan teknologi lainnya. Jadi, ini hampir mirip scie-fi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s