Zurra Vloreanth (Perobekan Takdir Hitam) Prologue

Prolog….

 

Tersebutlah tiga sosok yang sangat berkuasa. Zheith, Dizt, dan Eza. Ketiganya memiliki kemahakuasaan yang mampu menciptakan sebuah dunia besar bernama Dreamvellia, atau kemudian dikenal dengan sebutan Araena.

Ketiga sosok yang menciptakan Araena kemudian menentukan wilayah kekuasaan mereka masing-masing, yang kemudian terciptalah tiga benua besar pada Araena. Eve, Flerha, dan Rhiell. Ketiga benua raksasa itu menaungi kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar di seluruh Araena. Zheith, membangun istananya, yaitu kahyangan jauh di atas langit Eve. Dia berkuasa, dan mengklaim dirinya sebagai Tuhan dari benua itu. Dizt berkuasa atas Flerha, dan Eza atas Rhiell. Ketiganyalah yang mengatur tentang kehidupan, kematian, harta, dan segala-galanya pada wilayah masing-masing. Kemudian terciptalah buku takdir untuk menampung segala hal yang termuat pada kehidupan Araena.

Segala-galanya mulai kacau saat ketiga benua mulai saling berperang. Ketiganya mengadu kekuatan untuk mengalahkan satu sama lain. Di antara ketiganya, Eve-lah yang paling berkuasa. Selama bertahun-tahun mengalami perang, tak sekalipun benua itu berhasil dikalahkan.

Perang besar itu semakin parah saat Dizt, dan Eza mengirimkan bala tentaranya untuk membantu Flerha, dan Rhiell dalam berperang. Hal itu membuat Eve berhasil runtuh karena tak kuasa menahan serangan dari dua kekuatan maha dahsyat.

Zheith tidak serta-merta menurunkan bala tentaranya. Dia melihat baik-baik bagaimana Eve porak-poranda akibat pertempuran tak seimbang itu. Kemudian muncul seorang ksatria yang menjadi tangan kanannya. Ksatria dengan kekuatan maha dahsyat, dan dengan kepatuhan pada Zheith yang sangat tinggi. Dia hanya akan tunduk pada Zheith.

Ksatria maha dahsyat itu diperintahkan Zheith untuk turun ke Eve, dan membantai semua tentara Dizt, dan Eza. Hanya dalam hitungan hari, Eve kembali bangkit, dan menundukkan Flerha, dan Rhiell. Sang ksatria langit itu kembali ke kahyangan, dan menemui Zheith. Takut semua orang akan memperebutkan ksatrianya itu, Zheith memecah tubuh si ksatria menjadi dua bentuk energi yang kemudian dibuang ke Eve. Zheith meyakini bahwa kedua energi itu akan menjelma menjadi dua ksatria besar yang kelak akan memperebutkan tahta Ketuhanan.

Setelah itu, ketiga benua memutuskan untuk menciptakan kedamaian. Tak ada lagi perang antara ketiganya, hanya ada saling membantu satu sama lain untuk kebaikan. Masa-masa peperangan itulah yang kemudian disebut dengan era Perang Benua.

Namun, semua perdamaian itu nantinya akan terusik saat era sihir muncul dan kembali memecah perang. Saat itulah era Perang Sihir dimulai.

*-*-*-*

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s